Warga Kota Kendari Diminta Waspada Potensi Banjir Susulan di Tengah Intensitas Hujan Tinggi
Warga Kota Kendari diimbau waspada terhadap potensi banjir susulan.Curah hujan tinggi dan kondisi drainase meningkatkan risiko genangan berulang di sejumlah wilayah.
Warga Kota Kendari kembali diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan menyusul kondisi cuaca yang masih didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi.Dalam beberapa hari terakhir,curah hujan yang turun secara tidak merata namun berulang membuat sejumlah kawasan berada dalam kondisi rawan.Genangan yang sempat surut berpotensi muncul kembali jika hujan lebat turun dalam durasi panjang.
Potensi banjir susulan biasanya meningkat ketika tanah telah jenuh air.Setelah hujan berturut-turut,kemampuan tanah menyerap air menjadi menurun sehingga limpasan permukaan meningkat.Air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah justru mengalir ke permukiman dan jalan-jalan kota.Kondisi ini membuat genangan dapat terbentuk lebih cepat dibandingkan sebelumnya meski intensitas hujan tidak selalu slot gacor hari ini.
Sejumlah kawasan di Kota Kendari dikenal memiliki tingkat kerawanan genangan yang cukup tinggi.Wilayah dataran rendah dan kawasan permukiman padat menjadi titik yang paling sering terdampak.Saluran drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan secara optimal turut memperbesar risiko luapan.Dalam situasi seperti ini,banjir susulan dapat terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan warga.
Aktivitas masyarakat berpotensi kembali terganggu apabila banjir susulan terjadi.Mobilitas warga melambat karena jalan tergenang dan licin.Pengendara harus mengurangi kecepatan untuk menjaga keselamatan sementara pejalan kaki kesulitan melintas karena trotoar ikut tertutup air.Pada jam-jam sibuk,kondisi ini dapat memicu kemacetan dan memperpanjang waktu tempuh perjalanan.
Dampak banjir susulan juga dirasakan pada sektor ekonomi lokal.Pedagang kecil dan pelaku usaha harian menghadapi ketidakpastian karena aktivitas jual beli dapat terhenti sewaktu-waktu.Akses menuju lokasi usaha menjadi terbatas sehingga jumlah pelanggan berkurang.Distribusi barang pun berpotensi terhambat terutama jika jalur utama tergenang air.
Selain itu,banjir susulan membawa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.Genangan air yang bercampur lumpur dan limbah rumah tangga dapat mencemari lingkungan sekitar.Air tergenang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk dan bakteri penyebab penyakit.Warga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dan saluran pencernaan terutama bagi anak-anak dan lansia.
Faktor infrastruktur menjadi salah satu penentu besar dalam potensi banjir susulan.Saluran drainase yang tersumbat sampah atau mengalami pendangkalan akan memperlambat aliran air hujan.Ketika hujan kembali turun,air tidak memiliki jalur pembuangan yang lancar sehingga meluap ke jalan dan permukiman.Pemeliharaan drainase yang kurang optimal membuat masalah genangan sulit teratasi secara menyeluruh.
Perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu juga berperan dalam meningkatnya risiko banjir susulan.Hujan dapat turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat lalu berhenti,sehingga menimbulkan kesan kondisi sudah aman.Padahal,akumulasi air di hulu dan saluran kota masih dapat memicu luapan susulan ketika hujan berikutnya datang.Kondisi ini menuntut kewaspadaan yang berkelanjutan dari masyarakat.
Kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi banjir susulan.Masyarakat diimbau untuk terus memantau kondisi lingkungan sekitar terutama ketinggian air di saluran dan sungai kecil.Mengamankan barang berharga serta peralatan listrik ke tempat yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko kerugian saat genangan kembali muncul.
Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting.Tidak membuang sampah ke saluran air dan rutin membersihkan drainase di sekitar rumah akan membantu memperlancar aliran air hujan.Upaya sederhana ini dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi potensi genangan berulang terutama di kawasan permukiman padat.
Dalam jangka panjang,penanganan banjir susulan membutuhkan pendekatan yang lebih terencana.Peningkatan kapasitas drainase,penataan ruang kota yang memperhatikan tata air,serta penyediaan area resapan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan kota terhadap hujan ekstrem.Adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi kebutuhan agar risiko banjir dapat ditekan secara berkelanjutan.
Imbauan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan di Kota Kendari menjadi pengingat bahwa bencana hidrometeorologi dapat terjadi berulang dalam satu periode musim hujan.Dengan kesiapsiagaan yang baik,kesadaran lingkungan,dan kolaborasi antara masyarakat serta pengelola kota,dampak banjir susulan diharapkan dapat diminimalkan sehingga keselamatan dan aktivitas warga tetap terjaga.
